Anda di sini

Lima tips tetap bersepeda selama bulan puasa

Berpuasa bukanlah kendala bagi kita untuk berolah raga, termasuk bersepeda. Bagi para pesepeda yang biasa menggunakan sepedanya untuk kegiatan sehari-hari seperti ke kantor atau ke pasar, maka seyogyanya berpuasa tidak menghalangi aktifitas kita bersepeda. 

Namun demikian ada beberapa hal yang harus disesuaikan dengan kondisi tubuh yang sedang berpuasa agar bersepeda tidak menjadi mudharat bagi ibadah. Bagi yang bersepeda rutin ke tempat bekerja atau untuk beraktiftias sehari-hari maka hal yang harus diperhatikan antara lain : 

  1. Tempo kayuhan atau cadence, harus dijaga stabil dan tidak diporsir. Dengan kayuhan yang dijaga stabil, maka tarikan nafas akan diatur konstan. Haram hukumya membuka mulut lebar saat mengayuh apalagi sampai bernapas dari mulut karena kelelahan. Membuka mulut akan menyebabkan tenggorokan menjadi kering.
  2. Kesabaran, selama bersepeda harus tetap dijaga agar tidak gampang terpancing salip menyalip atau kejar-kejaran dengan sesama sepeda atau kendaraan lain di jalan.
  3. Antisipasi waktu tempuh, akan sedikit lebih lama dibandingkan saat normal. Jika memungkinkan maka rute yang dilalui sebaiknya melewati jalur yang tidak terlalu panas berpolusi dan macet ataupun ramai.
  4. Sangat dianjurkan untuk berhenti beristirahat, jika terasa lelah, tanpa harus memaksa terus mengayuh. Pada saat berhenti, selain untuk mengistirahatkan otot sejenak, juga digunakan untuk mengatur nafas, agar kembali normal dan konstan.
  5. Bila bersepeda di waktu sore hari, misalnya bersepeda pulang ke rumah dari tempat bekerja, maka siapkan bekal untuk berbuka di jalan.

Semoga tips di atas bermanfaat agar kita tetap bisa bersepeda di kala bulan puasa.

Selamat berpuasa.

 

Sumber : Majalah Tren Bogor, Rubrik Tips bersepeda bareng Mang Dani.



Berita terkait