Anda di sini

MKVPOKER - Aspek Keselamatan Pesepeda Di Jalan Raya

Deskripsi

PokerIDN -  Belakangan aktivitas bersepeda yang saat ini sedang booming efek dari pandemi Covid-19 mendapat “sorotan” dari banyak media hingga ranah pemerintahan. Bahkan hingga adanya pembahasan RUU dan Peraturan Menteri yang “berkaitan” dengan pengguna sepeda (pesepeda).Hal yang paling utama dalam pembahasan tersebut adalah aspek keselamatan pesepeda di jalan raya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa keselamatan pesepeda saat berada di jalanan khususnya kota-kota besar masih rawan. Lantas harus seperti apakah kita saat bersepeda di jalan raya dan seperti apakah seharusnya peran pemerintah ?Apakah pesepeda harus tertib berlalu lintas ? sebuah pertanyaan sederhana namun tidak sesederhana dalam penerapannya. Di Indonesia sendiri memang sebetulnya tidak ada (mungkin belum) regulasi atau peraturan khusus tentang penggunaan sepeda di jalan raya, kalaupun ada saat ini sifatnya masih sebatas himbauan semata.Kalau tidak ada peraturannya, lantas apakah kita tidak perlu tertib berlalu lintas saat bersepeda ? Jawabannya kembali lagi pada kesadaran kita masing-masing selaku pengguna sepeda sekaligus sesama pengguna jalan.Jika berbicara mengenai ketertiban pesepeda, akhir-akhir ini banyak pemberitaan di media mengenai ulah “oknum-oknum” pesepeda yang melanggar lalu lintas sehingga membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan yang lain. Begitu intensnya fenomena tersebut nampaknya menjadi “sajian empuk” bagi banyak media. Jika dibandingkan jumlahnya, manakah yang lebih banyak jumlahnya antara pesepeda yang melanggar lalu lintas dengan pengendara kendaraan bermotor yang melanggar lalu lintas ? Apapun itu, keduanya tetaplah hal yang salah.Pertanyaan-pertanyaan diatas point utamanya adalah perihal faktor keselamatan dalam bersepeda. Tertib dalam berlalu lintas saat menggunakan sepeda juga memang menjadi salah satu faktor keselamatan bersepeda. Selain itu juga ada faktor utama lainnya, yakni penyediaan infrastuktur yang terproteksi bagi pengguna sepeda di jalan raya seperti yang tertuang dalam Undang-Undang.Nah, muncullah pertanyaan selanjutnya, apakah sejauh ini pengguna sepeda sudah “diberikan haknya” dalam berlalu lintas di jalan raya oleh pemerintah selaku pemangku kebijakan ?Tertuang dalam Undang-Undang dimana ada salah satu pasal yang berisi tentang penyediaan infrastuktur bagi pengguna sepeda di jalan raya. Tepatnya di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Seperti beberapa pasal berikut (dikutip dari b2w-indonesia.or.id) :Pasal 25(1)  Setiap Jalan yang digunakan untuk Lalu Lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan Jalan berupa:g. Fasilitas untuk sepeda, Pejalan Kaki, dan penyandang cacat;Pasal 45(1)  Fasilitas pendukung penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan meliputi:b. Lajur sepeda;Pasal 62(1)  Pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas bagi pesepeda.(2)  Pesepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.Dari pasal-pasal diatas sangat jelas bahwa pengguna sepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas. Jadi keselamatan pesepeda bukan hanya ditunjang oleh ketertiban berlalu lintas pesepeda itu sendiri melainkan juga ditunjang dengan fasilitas pendukung tersebut (terutamanya jalur khusus sepeda).Kesimpulannya, keselamatan bersepeda di jalan raya tidak hanya untuk keselamatan si pesepedanya itu sendiri tetapi juga keselamatan pengguna jalan yang lain. Meski nyatanya dilapangan pengguna sepeda masih “dianak tiri-kan” saat dijalan raya.Keselamatan pengguna sepeda di jalan raya tidak hanya ditentukan oleh ketertiban pengguna sepeda itu sendiri saat di jalan raya. Tersedianya fasilitas/infrastruktur bagi pengguna sepeda di jalan raya juga menjadi faktor utama keselamatan bersepeda lainnya. Dan satu lagi, apapun peraturan/kebijakan tentang pesepeda yang saat ini sedang digarap pemerintah semoga mengedepankan aspek keselamatan pesepeda yang bukan hanya sekedar “mengatur” tapi juga “memfasilitasi”. - MKVPoker