Anda di sini

Mendaki ke Desa Palintang dan Meluncur ke Lintasan Genteng

Tanggal : 31 Agustus 2013
Kota : Lembang, Jawa Barat
Jarak : 0 km
Kategori : MTB
Level : Beginner
Durasi : 1/2 hari
GPS : Tidak tersedia
Rating :
0

Beberapa hari sebelum hari Sabtu beberapa rekan sudah berbincang di jaringan Social Media untuk rencana bersepeda di akhir pekan ini. Disepakati untuk bersepeda on road untuk melatih daya tahan dengan rute Ujung Berung, Desa Palintang, Cibodas, Maribaya, kuliner di Lembang dan kembali ke Bandung.

Pertimbangan untuk memilih lintasan on road dikarenakan minggu lalu kami baru ber off road ria di perbukitan antara Ciloto dan Kota Cianjur. Sempat timbul perdebatan atas dipilihnya rute ini karena up hill ke puncak Palintang membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam bila bersepeda tanpa henti. Beberapa rekan rencananya malah memilih untuk bertemu di Lembang saja di tempat wisata kuliner.

Waktu yang disepakati adalah pukul 6.30 di dekat alun-alun Ujung Berung sekalian untuk sarapan bubur di sana sebelum perjalanan mendaki dimulai. Saya sendiri tiba lebih awal karena memang secara jarak posisi tikum ini tidak sampai 10Km dari tempat tinggal saya.

Tak lama berselang beberapa rekan bermunculan yang langsung memarkir tunggangannya dan berkumpul di meja makan sambil menanti bubur ayam pesanannya dihidangkan. Perbincangan dilanjutkan untuk merencanakan perjalanan bersepeda di luar kota Bandung sambil menunggu beberapa rekan lagi yang masih dalam perjalanan.

Tepat pukul 07.30 kami berangsur mulai mengayuh tunggangan kami melalui padatnya lalu lintas jalan dekat pasar Ujung Berung untuk kemudian mulai mendaki hingga bertemu tanjakan panjang dan beberapa tanjakan lain untuk menuju desa Palintang.  

Tak disangka dan tak diduga di dalam perjalanan, kami bertemu rekan Kang Indra yang menurut beliau hendak melintasi lintasan Genteng "Bapa-Bapa" yang menggugah kami untuk merubah dari tujuan awal ke Lembang untuk mengikuti ke arah tujuan beliau hendak pergi.

Sempat terjadi perdebatan karena kami tidak membawa pelindung badan yang biasa kami siapkan bila hendak bersepeda melalui lintasan tunggal, setelah berembuk dan sepakat untuk berhati-hati dalam perjalanan di lintasan tunggal Genteng nantinya akhirnya keputusan dibuat untuk tetap mengikuti Kang Indra.

Sesuai komitmen awal sebelum keberangkatan, disepakati untuk berkumpul dengan rekan-rekan kembali untuk mencegah tercecer-nya pesepeda di warung terdekat. Cuaca kala itu terasa panas sekali walaupun jam baru menunjukan pukul 09.00, dengan berdalih khawatir dehidrasi kami menyambangi 4 warung dan yang terakhir adalah di warung tenda sebelum memasuki lintasan tunggal Genteng untuk menikmati makan siang berupa nasi timbel sebagai penambah energi dalam sisa perjalanan kami.

Memasuki lintasan tunggal kami menghadapi debu yang berterbangan sehingga kain pengikat kepala kami yang semula sebagai penahan keringat beralih fungsi menjadi masker penutup hidung dan mulut dengan konsekuensi agak sulit bernafas dan membuat kacamata menjadi mudah berembun.

Beberapa rekan mengalami gangguan teknis pada tunggangannya mulai dari ban kempes karena bocor juga masalah pada sistem remnya. Alhamdulillah hal tersebut dapat diatasi sehingga kami dapat melanjutkan perjalanan kembali.

Lintasan tunggal Genteng memiliki banyak jalur sehingga di setiap persimpangan Kang Indra menunggu dengan sabar sampai dengan rekan kami terakhir sudah merapat untuk menghindari tersesat. Lintasan di sini cenderung menurun dan bervariasi  mulai dengan lintasan menurun biasa, tajam, meliuk-liuk di antara pepohonan pinus maupun kebun-kebun juga beberapa lintasan anak tangga.

Cuaca panas saat itu tertutup oleh rindangnya daun-daun pepohonan di hutan dan semilir angin pegunungan yang pada akhirnya membawa kami tiba di desa Kiara Payung dan berhenti sejenak di warung Emak untuk menikmati segelas jahe juga melepas lelah sejenak.

Tak lama berselang lintasan tunggal di dekat wilayah IPDN sudah menanti kami yang akhirnya membawa kami di Cileunyi untuk berpisah dengan beberapa rekan yang memang tempat tinggalnya di Bandung Timur dan beberapa rekan lain masih harus melanjutkan perjalanan bersepedanya menuju kota Bandung.

Sumber: http://yogisunardi.blogspot.com/2013/09/mendaki-ke-desa-palintang-dan-me...

Tag : Desa Palintang, Maribaya, Lembang, Tunggal Genteng

Oops! Konten tidak tersedia



Trip terkait